RSS

MY STORY. (Chap. 2)

24 Nov


Author : NichKyu/Nhy_chan

Genre : Romance, Continue

Cast : Lee Donghae

Aku masih belum percaya apa yang dikatakan Tae Raa disekolah tadi. Benar-benar belum. Aku memang bodoh. Sungguh sangat bodoh. Mengapa aku tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk minta maaf padanya ?. “Hhh,, Hye Mi-aa babo, babo, babo !”. Aku menjitak-jitak kepalaku sendiri. Aku mengingat percakapanku dan Tae Raa tadi.

 

FlashBack : on :::::::::::::::::::::::::::::

“Memangnya, apa yang ingin Donghae  katakan padaku ?”. Tanyaku penasaran.

“Jinjjayo ? dia belum menyampaikannya padamu?”
“ne. Jebal, beritahukan aku. “ aku mencoba memaksa Tae Raa agar ia menceritakan semuanya padaku. Aku begitu penasaran. Hhh,,, Donghae sialan !

“Begini. Sebenarnya kemarin itu Donghae tidak bermaksud apa-apa kok. Dia menyuruhku untuk memanggilmu karena dia hanya ingin berpamitan kepadamu.” Cerita Tae Raa.

“mwoo ??. Jinjja ?? yeogiyo ? kemana dia pergi ?” tanyaku.

“Joyonghan  Hye Mi-aa. Dia pergi ke Italy. Dia pindah sekolah disana.”

“Mwoo ? ke.. ke Italy ??”

“Ne. Dia ikut appanya ke Italy. Appanya ada urusan bisnis disana. Itupun  secara mendadak.”

Aku begitu terkejut. Sangat terkejut. Mengapa dia pergi ? ani, ani ! yang perlu dipertanyakan itu aku. Aku yang begitu bodoh. Aku yang begitu ke ge-eran kalau dia akan menambakku.  Lhoo ??  Tapi kalau nggak, ngapain juga dia repot-repot berpamitan padaku. Aku kan bukan siapa-siapanya. Berarti dia menganggapku seseorang yang penting dalam hidupnya.

kok aku jadi kayak gini siih ? kenapa juga aku repot-repot memikirkannya. Bukannya bagus dia pergi ke Italy ?. hhh, entahlah. Aku masih begitu pusing. Tak terasa rapat hari ini telah selesai. Jarang sekali aku tidak memerhatikan rapat seperti ini. Tapi sekarang, setelah mendengar cerita Tae Raa aku menjadi pusing akan hal-hal tentang Donghae. Entah kenapa sepertinya aku menyesal. Ya, kali ini rasa panyesalanku padanya sangat besar.

 

FlashBack : off :::::::::::::::::::::::::::::

Di kamar aku tidak bisa tidur. Oh God ! mengapa perasaan bersalah itu selalu saja muncul ??. Dan aku juga belum meminta maaf padanya. Mungkin ini efek karena aku belum minta maaf padanya. Buktinya, aku belum bisa tertidur.

Hari-hari telah berlalu. Tapi entah kenapa perasaan itu tidak hilang-hilang juga. Aku mengambil laptopku. Karena bosan, aku mulai chatting. Aku melihat daftar chatting-an.

” Omo ! nama akun Donghae ada. Dia lagi online.”

Aku melihat nama akun Donghae ‘DonghaeFish’.

“apa aku chattingan saja yah sama dia. tapiii,,,,,,, ah sudahlah !”

entah kenapa tanganku mengetik sesuatu dan mengirimkannya pada Donghae. Aku memang bodoh. Sudah beberapa lama aku menunggu balasan. Namun balasan tak kunjung datang juga

“babo -yaa ! pasti dia tidak akan membalasnya.”

Beberapa menit kemudian, sebuah balasan chatting-an  masuk. Aku terperangah.

“apa ini balasan dari Donghae ?. tapi kalau bukan ??”

aku takut membuka balasan itu. Tapi aku tetap memutuskan untuk membukanya sambil berharap-harap cemas. Dan ternyataa……………………

“YEEEEEYY ! DIA MEMBALASNYA ! DIA MEMBALAS PESAN KU ! J J J “ teriakku.

“EONNI ! BERISIK !! aku lagi belajar niih “. Teriak dongsaengku sambil menggedor-gedor pintu.

Aku tak ambil pusing dengan dongsaengku. Yang kupikirkan adalah balasan chat ini.

Aku mulai membuka pesan itu dengan jantung yang  berdebar-debar. Owwh, sebenarnya ada perasaan apa ini ?? aku mulai membacanya. Membalasnya lagi dan berlanjut seterusnya.

Princess Hye Mi : Annyeong… ^^

DonghaeFish : Annyeong. J

Princess Hye Mi : kamu ada di Italy yah ?

DonghaeFish : ne.

Princess Hye Mi : kapan kamu berencana balik ke korea ?

DonghaeFish : mmm,, mungkin pada saat liburan. Wae ?  bogosipeoyo ? J

Princess Hye Mi : oo’, ani. :-P  ne, nan bogosipeo J.

DonghaeFish : jinjjayo ??

Princess Hye Mi : nan geojimal. Hhehehe😀

DonghaeFish : L LL

Princess Hye Mi : hhehhee jangan murung. Aku hanya bercanda.😀😀😀

DonghaeFish :  ne.  J

Princess Hye Mi : mmm,……………………,

DonghaeFish :  ………………………..,

Obrolan terus berlanjut. Dan,

Princess Hye Mi : gereum, aku tidur dulu. Annyeong ^^

DonghaeFish : Jaeljayo~~.  Have a nice dream Princess J.

Akhirnya aku berhenti chatting dengannya karena rasa kantuk menyergapiku. Aku mematikan laptop dan segera tidur. Aku tidur sangat nyenyak. Apa mungkin habis mengobrol dengannya walaupun tak secara langsung ? Mollayo~. Dan itu kali pertama aku mengobrol dengannya walaupun lewat chat. Perasaanku senang dan tenang untuk malam ini.

…………………………………………………………………………………….

Sudah sebulan aku selalu rajin chat dengan Donghae. Tak pernah absen sama sekali. Segala sesuatu kami perbincangkan. Dan itu membuatku senang. Aku mulai berpikir  apakah aku menyukainya ? apakah seorang  Kim Hye Mi mulai menyukai Lee Donghae dan jatuh cinta padanya ? aku tak tahu.

Drrtt,drrtt…. drrtt,,drrtt…..

Ponselku bergetar. ku lihat ada sebuah pesan menampilkan nomor yang tak dikenal. Aku membuka pesan itu

From : 0823xxxxxxxxxxxx

Annyeong Princess.🙂

Aku tak tahu itu siapa. Tapi mengapa dia memanggilku Princess ? siapa dia ?

Cepat-cepat aku balas pesannya.

To : 0823xxxxxxx

Annyeong.

Mianhae. Nuguseyo ?


Donghae POV.:::::::::::::

Sebuah pesan masuk padaku. Aku membaca dan membalasnya sambil tersenyum.

Hye Mi POV ::::::::::::::::::::

Drrtt,,drrtt.. Drrtt,,drrtt.

ponselku kembali bergetar. aku membacanya

From : 0823xxxxx

Ini aku. Donghae J

Omo ! Donghae. Itu Donghae. Aku tidak percaya kalau itu Donghae. Aku segera menyimpan nomornya dan cepat-cepat  membalasnya.

To : My Prince Donghae J

Oh, Hae-yaa~. Aku kira siapa.

Darimana kamu dapat nomorku ?

Donghae POV. ::::::::::::::::

Ada pesan masuk lagi. Aku membuka nya. Dan mengetik pesan untuknya

To : My Princess J

Rahasia. :-p.

          Kami saling mengirimi pesan. Aku tak memberitahu padanya darimana nomor ponselnya ku dapat. Aku sangat senang berhubungan dengan dia. Dimulai dari chat, pesan, dan e-mail. Kadang aku menelponnya karena ingin mendengar suaranya.

FlashBack : On :::::::::::::::::

Sebenarnya aku menyukai gadis ini. Pada saat itu aku masih berada di korea. Dan pada awalnya aku berencana menyatakan perasaan pada teman sekelasku Hae Raa. Tapi dia sudah memiliki seorang namja. Kemudian sahabatku Tae Raa mengusulkan  Hye Mi menjadi Yeoja chinguku. Kemudian Tae Raa memanggil seorang yeoja yang bernama  Hye Mi itu. Dia berbalik, dan segera menuju padaku dan Tae Raa. Tae Raa membisikkan sesuatu padanya tiba-tiba aku terlonjak kaget atas teriakannya. Dia berteriak tidak mau. Aku yakin maksudnya adalah tidak mau menjadi pacarku. Saat itu juga dia melirik ke arahku. Tatapannya agak tajam.  Tapi entah kenapa aku malah menyukai tatapan matanya itu, kemudian dia melanjutkan perkataanya bahwa dia belum mau pacaran. Dia pergi masuk kedalam rumah Eun Mi.

Pada saat rapat sekolah, dia bersama kelompoknya menampilkan presentase. Tapi aku malah memperhatikannya terus dan tak menghiraukan presentase yang ia jelaskan. Aku memandangnya. ‘Dia cantik. Dia orang yang manis. Matanya yang melihatku tajam tapi aku menyukai matanya.’  Pikirku.

Setelah istirahat tiba aku melihatnya ke dapur Eun Mi. Aku ikut meminta izin pada Eun Mi untuk kedapurnya dan Eun Mi mengizinkanku dan menyuruhku memberitahu  Hye Mi membawa beberapa snack untuk dibagikan kepada anak-anak yang lain. Ia juga memintaku untuk membantu Hye Mi.

Saat di dapur Hye Mi agak kaget atas kedatanganku. Aku mengutarakan alasanku kemudian ikut membantunya. Aku memperhatikan wajahnya. Tampak jutek, cuek, tapi itu yang membuatku makin suka padanya. Aku dan Hye Mi berjalan keluar sambil membawa snack. Di luar, teman-teman yang lain menggodaku dan Hye Mi. Aku memperhatikan wajah Hye Mi lagi. Begitu super duper jutek dan rasanya seperti ada pandangan DeathGlare untuk mereka. Aku mengambil alih posisi untuk membagikan beberapa snack untuk teman-teman.

Aku melihat Hye Mi saat mencari dimana posisinya sedang berada. aku melihat dia dan Tae Raa berbicara, aku tahu apa yang mereka bicarakan. Dari tampang wajah Hye Mi sudah dipastikan Tae Raa dan dirinya sedang memperbincangkan masalah yang tadi.

Waktu istrahat selesai. Kami berkumpul di ruangan kembali. Aku masuk duluan bersama Lee Songsengnim. Satu persatu mereka yang masuk kedalam ruangan ini aku perhatikan dengan seksama. Mencari seorang yeoja. Yeoja yang sangat jutek terhadapku.

Beberapa saat kemudian Aku memerhatikan dan memastikan mereka semua yang masuk. Semuanya sudah masuk kecuali Hye Mi. Kemana dia ?. aku berpikir mungkin masih ada urusan di dapur atau dimanalah.

8 menit, 15 menit, 25 menit telah berlalu. Tapi Hye Mi belum kunjung datang juga. Aku berbisik pada Eun Mi disamping ku menanyakan hal itu. Tapi Eun Mi tak mengetahui dimana Hye Mi berada juga. Kelihatannya bukan hanya aku yang khawatir tapi Eun Mi sang sahabatnya juga ikut khawatir. Aku bertanya pada Tae Raa. Tapi Tae Raa tak mengetahuinya sejak acara makan snack di luar tadi. aku semakin khawatir. Aku meminta Eun Mi menemaniku mencari Hye Mi dengan membuat alasan Eun Mi menunjukan jalan Toilet dirumahnya pada Lee Songsengnim. Kemudian kami berpencar. Aku mencari dibagian luar dan Hye Mi mencari bagian dalam rumah. Tak beberapa lama kemudian, aku bertemu Eun Mi kembali di beranda rumahnya. Nihil usaha kami sia-sia. Kami berdua memutuskan untuk kembali keruangan. Aku meminta Eun Mi agar merahasiakan ini dari Hye Mi. Aku yakin Eun Mi pasti tak akan memboncorkannya. Aku percaya pada Eun Mi.


Still in the flashback ^^…………………………………………

Hari ini cuacanya mendung. untuk menghindari hujan yang tiba-tiba datang aku cepat-cepat berangkat kesekolah. Memang ini masih terlalu pagi untuk siswa yang agak lambat datangnya dariku kesekolah. Tapi daripada kehujana, kan sekalian sedia payung sebelum hujan. Hari ini hari terakhir aku sekolah di Seoul. Besok aku akan berangkat ke Italy bersama Appa. Aku akan melanjutkan sekolah disana. Sambil memasuki koridor kelas aku melihat Hye Mi berada dekat tong sampah membuang sesuatu yang berbau sampah. Kelihatannya dia habis piket. aku memperhatikannya. Aku sengaja memperlambat jalanku karena kelasku hampir dekat. Kelasku dan kelas Hye Mi berdekatan dan bersebelahan. Kelasku letaknya sebelum kelas Hye Mi.  Dia melihatku. aku tersenyum padanya. Aku rasa aku memberikan senyum termanisku padanya. Tapi, Hye Mi cuek padaku dan ia berbalik memasuki kelasnya.  Aku selalu memandangnya. Memberikan senyum termanisku padanya. Tapi, kenapa setiap aku menatapnya dia seperti menghindari tatapanku.

Pada saat aku ingin menyatakan perasaanku dan ingin pamit padanya aku masih tidak berani. Dan Tae Raa sahabatku membantuku memanggilnya. Aku dan Tae Raa menyusun rencana. Membohongi teman-teman di Lab TIK dengan mencabut kabel wireless agar mereka semua  tidak menghuni lab ini. Aku melihat Hye Mi  berlari kearah sini.  Tae Raa menyuruhnya kemari dan meninggalkan kami berdua. Tapi sialnya Hye Mi malah ikut dengan Tae Raa. Aku segera memanggil Hye Mi agar ia tidak jadi pergi mengikuti Tae Raa. Berhasil ! aku berhasil menghentikannya.

Rasanya aku ingin segera menyampaikan perasaanku padanya dengan cepat. Tapi,,,, jantungku berdegup sangat kencang sepertinya tidak mampu mengeluarkan kata-kata sedikitpun. Dan dimana tiba saatnya aku dengan hampir sukses menyampaikannya, tiba-tiba ada seseorang yang mengacaukan rencana itu. Dia adalah Kim Heechul. Teman sekelas Hye Mi. Kemudian Hye Mi beranjak pergi meninggalkanku sambil memukul-mukul Heechul yang mengolok-oloknya. Wajahnya yang berubah menjadi merah membuatku tersenyum geli melihatnya. Lama aku menunggunya di depan Lab. Ia tak kunjung datang juga sampai Tae Raa melihatku dan menyusul Hye Mi dikelas. Tetapi Tae Raa muncul kembali tanpa membawa Hye Mi keluar. Tae Raa memaksaku agar segera kembali kekelas. Aku hanya mengangguk tapi tak melaksanakannya. Aku tetap menunggu Hye Mi sampai guru jaga mendapatiku bolos pelajaran dan langsung membawaku ke ruang BK.

Sebagai hadiah kebolosanku, maka Jim songsengnim yang terkenal galak dan suka mengeluarkan bahasa asingnya menyuruhku membersihkan gedung olahraga yang super lebar dan luas. Padahal dua jam lagi aku akan berangkat ke Italy. Uggh~ sial ! setelah Jim songsengnim mengantarku ke gedung olahraga ia kemudian meninggalkanku sendirian. Perasaanku aneh. Sepertinya masih ada orang yang berdiri didekat pintu masuk. Aku menolehkan pandanganku dan ternyata itu adalah Hye Mi. Aku tersenyum padanya. Kemudian aku bertanya padanya ada perlu apa tapi dia hanya berkata. ‘Tidak ada apa-apa’ sambil tersenyum pergi. Tidak apa-apa. Melihat senyumnya sebelum aku berangkat ke Italy rasanya sudah melegahkan

FlashBack : off ::::::::::::::::::::::::::::


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar.

“ Donghae-yaa…” ucap seseorang dari balik pintu.

“ ne eomma. “

“bisakah kau turun sebentar ? eomma dan appa akan memperkenalkanmu pada seseorang. Arra ? “

“ ne eomma. Semenit lagi aku keluar “.

Aku segera bersiap turun kebawah. Pasti teman bisnis ayah. Pikirku.


Kim Hye Mi POV :

Karena Donghae lagi sibuk, maka aku bersiap pergi ke tempat Eun Mi. Akan aku ceritakan semuanya pada Eun Mi. Semuanya.

Aku segera bersiap dan dengan kecepatan super kilat aku menyambar tas ransel yang berada diatas meja belajar.

Drrrtt,,,, Drrrtt,,,, Drrrtt….

“Yoboseo ?”

“Hye Mi-aa! Mianhae.. aku tak bisa menemanimu sekarang. Eomma secara mendadak meyuruhku menemaninya belanja ke mall. Gwaenchannayo ?”

“Oo.. ne gwaenchanna Eun Mi-aa” ucap Hye Mi tersenyum walaupun Eun Mi tak bisa melihatnya.

“jinjjayo ? tapi,, aku jadi tak enak kepadamu Hye Mi-aa.”

“arrayo~ aku mengerti kok. Gwaenchanna”

“ne.. lain kali aku pasti menemanimu. Annyeong~”

KLIK

Hye Mi menyimpan Handphone nya ke dalam tas ransel nya.

“Gwaenchanna. Sekali-sekali keluar sendirian juga bisa kok.” Gumam Hye Mi.


@Bank……………………

 

“huaaah ! antriannya panjang banget ! huh !” ucap Hye Mi kesal.

Tanpa ba bi bu lagi, ia segera mengambil dan menulis di selembar kertas Slip transfer dan kemudian duduk dibagian pojok paling belakang mengikuti barisan antrian.

“ya ampun. Tahu begini aku mendingan jalan-jalan sebentar dulu deh. Sial !”

Ia kemudian mengeluarkan earphone dan menyampungkan ke handphone nya dan TADA ! Let’s go to the music !


Author POV :

keadaan disekitar Bank kemudian menjadi ramai dan riuh. Tiba-tiba beberapa orang yang mengenakan pakaian serba hitam tak lupa dengan masker untuk menutupi identitas mereka. Siapa lagi yang akan berpakaian seperti itu kalau bukan para PERAMPOK Bank !

Para perampok itu mengacungkan pisau mereka agar tak ada yang mendekat. Para Teller Bank dan juga Nasabah yang sedang mengantri termasuk Hye Mi kini ketakutan. Mereka tidak bisa lari keluar atau meminta tolong karena salah seorang dari para perampok itu menghalangi jalan keluar mereka. Dan seorang nya lagi berjaga–jaga didepan pintu Bank.


Kim Hye Mi POV………

Oh God ! apa ini ? benarkah sekarang ini telah terjadi perampokan Bank ? benarkah seperti itu ? biasanya aku hanya menontonnya dalam acara drama di tv. Dan sekarang aku terlibat didalamnya. Aku menghadiri acara perampokan (?) ini di Bank ! aku ada dalam bahaya ! apa yang mesti kulakukan ? haruskah aku minta tolong dan berteriak sekeras-kerasnya ? tapi nanti aku malah dibekap dan ditusuk oleh mereka. Apakah aku harus mengeluarkan jurus seperti di film-film action   atau seperti di komik-komik yang pernah aku baca ? oh NO ! aku hanya bisa mengeluarkan jurus maut ku. Yaitu jurus KABUR. Tidak ada yang bisa kulakukan. Eomma~ otthoke ? aku masih ingin hidup.

Aku melihat pintu yang terhubung keluar Bank. Sayangnya pintu itu dihalangi oleh kursi antrian yang panjang. Untung nya tidak ada pengantri yang duduk disitu. Tapi bagaimana aku melewati kursi itu ? aaggh~ sial ! masalah baru lagi. Aku memperhatikan disekeliling ku. Ada sebuah tempat yang bisa aku pakai bersembunyi. Tapii,, setelah melihat sang perampok itu lagi nyaliku jadi ciut bersembunyi. Bagaimana mereka mendapatiku bersembunyi ? bisa-bisa aku di bunuh oleh mereka.

“JANGAN BERGERAK KALAU KAU TIDAK INGIN KUBUNUH !”

Tegur perampok itu kepada ahjumma yang ikut mengantri didepan ku tadi yang kini air mukanya menetes karena ketakutan.

Aku memerhatikan beberapa perampok yang memegang pistol berhasil memaksa si Teller Bank agar uang yang mereka simpan dikeluarkan dan diberikan padanya. Dengan rakusnya si perampok mengambil uang itu layaknya orang kelaparan. Cih ! ingin ku tonjok para perampok itu.

Kuperhatikan lagi beberapa perampok itu. Kesempatan ! sementara mereka semua telah bergerombol merampok dan mengosongkan beberapa perkakas Bank, aku mendekati pintu yang sedaritadi aku ingin terobos. Aku dekati dengan perlahan-lahan dan memeriksa kembali para perampok itu. Mereka masih tetap membobol dan mengambil uang dengan rakusnya, dan yang lain masih membekuk para satpam Bank. Bagus ! aku mendorong pintu kaca yang berat itu dan dengan satu kali lompatan aku lolos !

TAPI……………………………,-

Annyeong Yeorobun~😀

Gomawo sudah mau baca FF ku yang bener-bener ancur, amburadul, berantakan, dan abstrak !😀

Maaf yah, baru publish sekarang. Habisnya sibuk UTS, tugas, PR , tugas, PR, UH, tugas lagi, Pr lagi =_____________=! #curhat😀

Dan Mianhae kalau di chapter ini kepanjangan FlashBack nya. Soalnya udah mentok nih mikirin jalan ceritanya. Daripada ngga ada dan gw mau berhentiin nih FF, ya sudahlah gw nulis-nulis gaje aja. Mian yah~

         I hope you all can help me to make this ff more better with your comment

oh ya. FF ini pernah aku publish di Ourfanfictionhouse  dan You’re My Only

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2011 in Continue, Romance

 

Tag: , ,

One response to “MY STORY. (Chap. 2)

  1. LiliKyu

    28 November 2011 at 6:59 PM

    jyaah….
    bkin penasaran deh.

    cepetan publish cerita selanjutnya yah🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: