RSS

MY STORY. (Chap. 1)

09 Nov

Annyeong haseyo.

Maaf ceritanya nggak jelas banget dan membosankan. Ini adalah pertama kalinya aku menulis sebuah cerita. Cerita ini sebagian merupakan kisah nyata yang pernah kualami. Tapi udah diubah dikit kok jadi nggak terlalu sama. Jadi beti gitu (bedatipis).Cerita ini pernah aku publish di . Please comment, kritik atau sarannya. Aku menunggu itu semua dari kalian. Gamsa Hamnida  

Cast :
~ Lee Donghae,
~ Kim Hye Mi
~ Choi Eun Mi, Lee Kwang Hae, Park Yoora, Han Rae Min
~Kim Tae Raa.

My Story………. ˷^˷^˷^˷^˷^˷^˷^˷^˷^˷

Namaku adalah Kim Hye Mi. Aku adalah seorang siswi kelas 3-2. Aku bersekolah di International Junior High School Seoul. Aku menghadapi hari-hariku dengan ceria dan bersemangat. Aku merasa sangat bahagia walaupun tidak ada yang membuatku bahagia. Aku punya banyak teman dan mereka selalu menemani hari-hariku. Mereka sangat lucu. Aku menganggap mereka semua seperti saudara sendiri. Hari ini aku ada janji sama teman-temanku untuk mengadakan acara rapat sekolah di rumah Eun Mi, salah satu sahabatku.

“eomma ! aku kerumah Eun Mi dulu. Aku ada rapat sekolah di rumahnya.” Pamitku.

“ne. Salam sama Eun Mi”.

Eommaku sudah mengenal Eun Mi dengan baik karena eommaku juga sudah menganggap Eun Mi sebagai salah satu anaknya. Aku pun langsung berangkat. Jarak rumah Eun Mi dari rumahku tidak terlalu jauh, jadi aku akan naik sepeda saja. Aku mengambil sepeda kesayanganku yang menurutku lebih keren dari sepeda manapun. Aku terus mengayuh sepedaku dengan semangat serta bernyanyi riang dengan menggunakan HP dan Earphone di telinga. “haaah! hari yang indah” ucapku.
Tak beberapa lama,

“ Hye Mi-aah !” teriak seseorang. Aku melihat Eun Mi.

“hai Eun Mi” teriakku. Aku segera menuju ke rumah Eun Mi dan menyimpan sepeda kesayanganku di garasi rumahnya.
“haii, yang lain sudah datang?” tanyaku.
“em, tinggal beberapa orang lagi kok. masuklah.” Ajak Eun Mi.
“ adik kelas udah pada datang?”
“yaa. Hanya beberapa orang saja yang terpilih. Tapi lumayan banyak juga kok, tapi tak sebanyak kita. mm, aku ambil minum untukmu dulu yah”. Tutur Eun Mi sambil memamerkan senyum khasnya yang imut.
“hmm.” Kemudian mataku tak sengaja menatap kearah sebuah majalah. ‘wwaah, majalah apaan tuh ? hmm ? tentang K-pop ? nggak salah ?? inikan edisi yang kutunggu-tunggu ! liat aah’. Batinku.

Akupun langsung membacanya. Dengan hati-hati kubuka selembar demi selembar majalah itu. Aku nggak kuat. Nggak kuat dengan poster2 idola kesayanganku yang cute-cute abis. Tanpa sadar aku sudah memakan snack yang tersedia diatas meja. Aku sudah terbiasa begini karena aku sudah sering ke rumah Eun Mi. Malahan sering menginap di rumah ini.

“yaa ! Hye Mi-aaa! hati-hati dong dengan majalah kesayanganku. Liat tuh snacknya berhamburan.” Teriak Eun Mi.

“oo, mianhae Mimi-yaa.” Aku langsung membersihkan majalah itu. Gini-gini aku juga bertanggung jawab looh.

“mimi ??” bisik Eun Mi. Aku melihatnya. Dan dia sedang mendelik kepadaku. Aku tahu apa maksudnya.
“mimi kan nama yang lucu”. Ucapku melangkah keluar dan melanjutkan bacaan.(tepatnya melihat-lihat wajah para idolaku tentunya :D)

Saat aku melangkahkan kaki, aku melihat banyak orang yang berkumpul diluar. ‘hhh, kemana sih Lee songsengnim itu ?? pasti ngaret lagi’. Batinku. Saat ingin membaca dengan keadaan yang sudah nyaman, aku mendengar seseorang yang berbisik-bisik.

“ noona, pleasee ! aku mau dia bisa jadi pacarku. Bantu aku noona” ucap seorang cowok.

“hmm, tapi kalau Hae Raa aku nggak bisa. Dia baru saja pacaran dengan temanku juga.”

“jebal noona. Bantu aku. Jebal”.

Aku diam-diam melihat mereka. Dan aku tak tahu siapa yang berbicara tadi. aku beranjak keluar dan membuang pembungkus snack ke tong sampah yang ada diluar. Kemudian aku mendengar seseorang yang memanggilku. “ Hye Mi-aaa !”. aku berbalik mencari asal suara tersebut. Tapi terlalu banyak orang, aku tidak tahu. “ Hye Mi-aaa ! disinii~~”. Aku melihat seseorang melambai-lambaikan tangannya. ‘ooh, Tae Raa. Ada perlu apa dia memanggilku ? ahh sudahlah’. Aku segera menuju tempat dimana Tae Raa dan teman-teman lain berada.
“ne. Waeyo ??”.

“sinii,sinii”. Dia memanggilku mendekatinya. Maksudnya adalah berbisik ditelingaku. Entah apa yang akan ia katakan. Tapi aku merasa ada yang aneh.

“kamu mau nggak jadi pacarnya Lee Donghae ?”. bisiknya
Refleks, aku langsung berkata “ SHIRO !! JEONGMAL SHIRO !!”

“ waeyo Hye Mi-aa ?? dia cakep dan baik kok”

Aku melirik ke arah Lee Donghae . ‘oohh, jadi yang berbisik-bisik tetangga tadi itu dia dan Tae Raa’. Batinku. “ aku belum mau pacaran !” jawabku singkat lalu pergi kedalam rumah Eun Mi. Tetapi entah mengapa aku masih juga mendengar mereka bercerita di luar tentang aku. Uurrgggh ! menyebalkan ! tidak lama setelah itu, muncullah si Lee Sengseongnim itu dan mengumpulkan kami semua diruangan yang disediakan Eun Mi.

Aku jadi tidak mood banget mengikuti setiap acara ini. Si Lee Donghae diam-diam menatapku. Owwgrrhhh !! apalagi saat giliran kelompokku tampil buat presentase laporan. Ternyata dia tetap diam-diam menatapku. Dan syukurnya aku tidak terlalu memikirkan tentang hal itu. Sehingga presentaseku berhasil dan sukses di mata Lee Songsengnim.

Saat istirahat pun tiba. Aku mengambil makanan di dapur Eun Mi. Dan tentunya atas izin dialah terlebih dahulu. Tiba-tiba ada seseorang yang juga datang ke dapur.
“emmm, Hye Mi-aa.” Panggil seseorang. ‘suara laki-laki. Siapa yah ? ’. aku membalikkan badan dan ternyata siapa yang datang ??? kalian bisa menebaknya dan itu adalah Lee Donghae. ‘ada perlu apa dia ikutan datang ke dapur Eun Mi ?? hhuhh !! ‘ aku mendengus kesal.
“ne. Ada perlu apa ? “ jawabku ketus.
“ Eun Mi bilang dia memintamu membawakan beberapa snack.”

“oh.” Ucapku singkat dan langsung mengambil beberapa snack. Aku masih heran mengapa dia tetap saja mematung disitu. Mau memandangku terus yaah ?? awas saja dia nanti !!

“ perlu apa lagi ?” ucapku. Memulai pembicaraan.

“tidak ada. Hanya disuruh membantumu membawakan”. Aiiisssh !! siapa yang menyuruhnya ?? hhh !! “nih bawa”. Memberikan beberapa snack untuk dibawanya.

@ Outdoor……………

“lihat-lihat mesranya !!” teriak Tae Raa

“ cieee~~~ kalian pasangan yang serasi deh~~” ungkap yang lain

“suuiit, suuiiiittt~~” goda yang lain. Aku hanya memasang muka cuek, super duper jutek sama mereka. Rasanya aku ingin memberikan DeathGlare pada mereka semua. Semuanya, tanpa terkecuali!

“niih snacknya, aku yang bagi yaah”. Ucap Donghae.

Selagi donghae membagi snack aku duduk bergabung bersama mereka dan tak tahu mengapa aku terus menatapnya. ‘hmm, lumayan juga siih. Taapiii, aku sudah terlanjur mengatakan tidak mau. Masa kutarik kembali. Tapi aku juga belum ingin berpacaran’ batinku.

“ Hye Mi-aaa. Bagaimana ? kau tertarik dengannya ?? dari tadi kau memperhatikannya terus” .

“Mwoo ?” aku kaget. Ternyata Tae Raa memperhatikanku. Aiissshhh !

“aku bilang apa kau mulai tertarik dengannya ?”

“ani. Aku tetap pada pendirianku yang tadi.“

“ waeyo ? ayolah Hye Mi-aa, kalian berdua pacaran saja. Cocok kok.”

“hmm ?? apa dia suka denganku ?? kurasa tidak !”

“dia suka padamu”.

“jeongmal ? eonje? baru inikan ? aku tidak bisa mempercayainya Tae Raa”. Aku masuk ke dalam rumah Eun Mi dan meninggalkan Tae Raa bersama teman-teman lain.

Aku mencari Lee songsengnim.

“ mmm,Songsengnim !”
“ne. Waeyo Kim Hye Mi ?”
“mm, begini…..,-“

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Aku melihat mereka telah berkumpul kembali ke dalam ruangan. Saatnya aku beraksi dengan mengambil sepedaku. Aku berhati-hati dan selalu waspada kepada siapa saja yang bisa melihatku saat ini. Dan pada saat sepedaku berhasil kuambil aku langsung menaikinya dan melaju menuju rumahku. Sepanjang perjalanan aku masih kesal akan hal itu. ‘oh jebal ! aku benci cowok ! aku benci, benci ,benci, BENNCIIIIIIIIIII sekali!‘ teriakku dalam hati.
‘Awas yah Tae Raa ! dia pikir dia mak comblang yang selalu berhasil. Huh! ‘.
Sampai dirumah aku langsung masuk kamar. Membanting pintu, dan tidur.
BRAAKK !!!

“Hye Mi-aaa ! apa ituu ??” teriak eomma

“anii eomma ! pintunya tertutup sendiri ! “ elakku

Aku masih frustasi dibuat masalah tadi. Selalu terpikir dan tercatat baik dan sangat rapi di otakku. Saking kesalnya aku sampai ketiduran.

TOK TOK TOK TOK !!

“eonni- aa ! banguun !”

TOK TOK TOK TOK !!

Suara gedoran pintu yang menggangguku tidur membuatku kaget.

“ wae ?” teriakku dari dalam.

“eomma menyuruhku memanggilmu makan. Ini saatnya makan malam eonni”

“hmm, arra ! “
“eonni- aa !” panggil dongsaengku yang masih berdiri di luar kamar
“waeyo ?!? “
“ sepedamu kok dibiarkan saja di luar. Nanti dicuri bagaimana eonn ??”
“MWO ? di luar ??” teriakku. Aku langsung meloncat dari tempat tidur dan langsung keluar rumah mengambil sepedaku yang sedari tadi berada di luar.

“mana kakakmu ?”
“di luar eomma. Lagi mengurus sepedanya”.

Aku kesal karena sepedaku tidak ada yang membawanya masuk “untung belum dicuri”. Aku menyimpannya dalam garasi dan masuk kembali ke rumah lalu kembali melakukan rutinitasku sehari-hari yaitu Makan, mandi, dan mengerjakan PR.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hari ini mendung. Tetapi semoga saja hatiku tidak. Aku bersemangat ke sekolah sambil bersiul riang dan tak lupa pula membawa Earphone dan HP yang selalu kugunakan. Aku ingin di sekolah nanti tidak akan ada hal-hal buruk menimpaku.

Sekolah masih sepi. Aku langsung ke kelas dan membersihkannya walaupun bukan jadwal piketku. Yaah, aku bukannya sok rajin. Tapi aku paling tidak suka belajar dalam kelas yang kotor. Itu sangat tidak menyenangkan. Aku membuang sampah di tong sampah dekat kelasku. Saat itu aku melihat Lee Donghae datang menuju kelasnya (kelasku dan kelasnya berbeda tapi berdekatan ==’). Aku masih cuek saja. Tapi entah mengapa aku merasa dia sengaja memperlambat jalannya. Aku melihatnya dan ia tersenyum padaku. Senyum yang sangat menawan. Tapi tetap saja dia belum bisa mendapatkan hatiku. Aku mau melihat sejauh mana ia mengejarku. Akan kubuktikan perkataan si mak comblang gila satu itu !

Aku berbalik dan masuk ke dalam kelas. Aku tidak mau keluar kelas dan bertemu si Donghae itu. Sebenarnya aku ini orangnya pemalu, takut salah tingkah dan berbuat yang enggak-enggak di depan orang lain. Beberapa lama kemudian, Eun Mi dan teman-teman lain datang.

“Hye Mi-aa ! kemarin kamu kenapa ? kok cepat pulang siih ?” tanya Eun Mi
“mianhe mimi-aa. Kemarin lagi nggak enak badan jadi pulang.”
“kenapa tidak beritahu aku Hye Mi-aa ?? “
“gwencahanaeyo mimi-aa. Aku takut merepotkanmu “.
Aku tersenyum kepada Eun Mi karena mukanya menampakkan wajah yang khawatir.

“hhehhe. Arasseo” Eun Mi tersenyum.
Seharusnya Eun Mi tidak perlu khawatir tentang diriku. Kemarin aku pulang dan meminta izin pada Lee Songsengnim dengan alasan sakit padahal sebenarnya karena aku malas bertemu Tae Raa. Apalagi Donghae. Aku memang bodoh. Hanya karena hal sepele aku lari. Aku menjauh. Yaah, beginilah aku. Seorang Kim Hye Mi yang sangat pemalu. Aku sendiri bingung mengapa aku begini. Mianhe Eun Mi. Jeongmal mianhe.
Pelajaran di sekolah pun dimulai.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

.+_+. @ Canteen .+_+.

Di kantin sekolah ini aku sering bercanda tawa bersama teman-temanku. Termasuk mbak-mbak penjualnya kadang ikut nimbrung juga. Memang anak-anak eksis di kantin.( ^ῳ^)

“ Hye Mi-aaa !”
“ye”. Aku berbalik mencari seseorang yang memanggilku. Aku melihat orang tersebut melambai-lambaikan tangan kepadaku. OMO ! coba tebak siapa yang memanggilku ?? ternyata itu si mak comblang sialan. Mau apa lagi dia ?!?.

“ Hye Mi-aa, aku mau bicara denganmu. Hanya kamu sendiri.”
“tentang apa ?” tanyaku.
“mmm, secret. Ok aku tunggu di dekat Lab TIK yaah” ia berlari dari tempatnya tadi.
‘omo ! aiissshhh.. mau apa lagi sih dia ??’
“Hye Mi-aa, ada apa dengan dia ?” tanya Eun Mi
“mm,,ngg,,ehh,, tidak ada apa-apa kok. Mmm, Lee Songsengnim memanggilku. Aku duluan yah teman-teman. Mianhae.“ aku meletakkan uang bayaran di atas meja makanku.

Aku belum mau menceritakan apa yang terjadi kemarin pada Eun Mi. Aku tidak mau semua ini menyebar sebelum semuanya tuntas. aku yakin, Tae Raa memanggilku masih sama dengan masalah kemarin. Aku berniat akan segera menyelesaikannya. Aku segera berlari menuju Lab TIK.

@ Lab TIK…….

Setelah sampai di Lab TIK. Aku mendapati Tae Raa dan Donghae sedang membicarakan sesuatu. ‘hhh ! kubilang juga apa. Si Tae Raa itu memang kurang kerjaan.’ -,-‘’

“mmm, Tae Raa ! “ aku memanggilnya.

“oh Hye Mi-aa. Kesini” dia memanggilku mendekati mereka berdua.

“hmm, waeyo ? kenapa memanggilku kesini ??” tanyaku.

“ada yang mau bicara dengan mu. Disini “
“ooh, Nugu ?” aku berpura-pura tidak tahu sama sekali. Tapi rasanya aku begitu bodoh. Jelas-jelas yang dimaksud Tae Raa itu adalah Donghae. Tapi aku malah bertingkah sangat bodoh di depan seorang cowok.

“Donghae. Aku tinggal kalian berdua dulu yah “ ucap Tae Raa dan tanpa berbasa-basi lagi dia cepat-cepat meninggalkan aku dan si Donghae itu.
“ aah, Tae Raa chankamman ! “ aku berniat mengejar si Tae Raa. Dan aku sama sekali tidak memikirkan apa yang dimau si Donghae saat ini.

“ Hye Mi-aa. Ada yang harus kubicarakan denganmu sekarang”. ‘Hhh ! dia mencegahku !! aku tidak ingin sekali berbicara dengan dia sekarang. Aku tidak biasa dengan hal-hal ini. Sangat memalukan bagiku. Aku ingin ada seseorang lagi menemaniku berbicara dengannya. Hhh, apa yang dia inginkan sih di tempat begini ?? mana sepi lagi. Teman-teman yang sering chat di tempat ini pada kemana semua siih ?? hhhh !’

“ hmm. Waeyo ?”
“mmm, apa kamu masih marah atas kejadian kemarin ?” tanyanya.
“ani. Buat apa harus marah” sebenarnya aku ingin bilang dan berteriak ‘AKU KESAL KEMARIN. AKU TIDAK MARAH. TAPI AKU SUNGGUH SANGAT KESAL.’
“ooh. “ dia berkata sambil tersenyum. Senyum itu lagi.
Tiba-tiba jantungku berdebar. ‘apa-apaan ini ?? kenapa jantungku seperti ini ??’

kemudian dia melanjutkan pembicaraannya. “ kemarin kenapa kamu pulangnya cepat ? “. ‘Mwoo ?? dia menanyakan itu kepadaku ??. ‘

ngg,, aku tidak enak badan. Jadi aku pulang saja.” Elakku. Tapi batinku berteriak ingin bilang padanya ‘SEMUANYA KARENA KAMU DAN SI TAE RAA SIALAN ITU !!’

“ooh.” Dia menutup pembicaraan. Lama kami saling terdiam dan aku mengalihkan pandanganku darinya. Mengapa aku jadi salah tingkah begini siih ?

“mmm,,, Cuma itu yang ingin kamu bicarakan ?” aku membuka pembicaraan.

“ngg,, anieyo. Masih ada lagi.” Jawabnya agak malu. Aku memperhatikan tingkahnya. ‘Ooh. Apa dia ingin menembakku ?? dari tingkahnya saja sudah begini’.

“oh. Apa itu ??” pancingku. Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin mendengar kata-kata yang ingin dia ucapkan. Sepertinya aku bisa menebaknya sekarang. Aku ingin mencari alasan agar aku bisa kabur dari tempat ini.

“ mmm,, ngg,, nggg,, itu…. aku… mau bilang… kalau aku…,-“

Tiba-tiba

“ HEYY Hye Mi-aaa. !” suara itu mengagetkan kami berdua. Refleks kami berbalik kearah suara itu berasal.
“ mwoo ?? apa yang kalian lakukan disini ??” teriaknya.
Hhmm aku menyunggingkan seulas senyum. Menyapa teman lamaku yang suka berisik ini
“hyy Chullie. Ada apa ? “

“Hyy Hye Mi-aa.” Sapanya

“ Yaa’ Lee Donghae ?? ngapain kamu disini ??” ucap Heechul. ‘Ooh jangan sampai dia salah paham. Bisa darurat bin gawat niih’.

“ dia tidak ngapa-ngapain kok. “ aku mendelik kearah Donghae agar membantuku mengelak.

“ne. Kami tidak ngapa-ngapain kok “ ucap Donghae. Akhirnya dia membantuku mengelak.

“ada apa Chullie-yaa” tanyaku. Kuperhatikan mukanya yang masih kebingungan. Berusaha mencari tahu atas apa yang kami sembunyikan darinya.

“ani. Sepertinya Donghae ingin menembakmu Eun Mi-aa”. ‘OH MY GOD !!!!! dia menebak apa yang kami sembunyikan darinya.’ T,T

“benarkan Donghae ? Omoo !! lihat ! muka kalian berdua memerah” tunjuk Heechul. ‘Hhhh ! apa maunya si Chullie ini.’ Batinku tidak kuat lagi. Aku ingin berteriak.

“Chullie-yaa’ ! neo michyesseo ?? “ teriakku padanya. Rasanya aku ingin meledak.

“Omoo Hye Mi-aa ! mukamu tambah merah.” Aku menunduk malu. Aku berharap si Donghae itu tidak diam saja. Tapi nyatanya dia hanya diam dan, dan, apa ituu ?? dia ikut tersenyum melihat mukaku yang memerah ?? ini semua karenanya. Aku jadi begitu sangat malu saat ini. Rasanya aku ingin menyembunyikan wajahku dari sini.

“ YAA’ ! Chullie-yaa. JEONGMAL MICHYESSEO ??? “ .

Aku berteriak dan langsung memukuli belakang dan bahunya berkali-kali. Beberapa pukulanku tepat mengenainya. Dan selebihnya ia menangkis seranganku. Dan ia berusaha kabur sambil berteriak-teriak
“ Heyy-Heyyy, ada yang baru jadian niiih.” sepertinya aku harus menambah tenagaku untuk memukulinya. Aku ingin si Chullie mati saja. (sebenarnya aku tak setega itu).
Inilah kesempatanku menghindar dari si Donghae. Aku terus berlari mengejar dan memukuli Chullie. Hmm.. aku tersenyum sekilas. ‘yaaah, ternyata si babo Chullie ada gunanya juga. Thank’s God’ 

Aku mengejar Chullie sampai dikelas. Dan pada saat itu bel berbunyi tanda jam istirahat telah habis. Inilah adalah jam pelajaran yang kutunggu-tunggu. Pelajaran yang berbau dengan alam. Apalagi kalau bukan Biology. Aku sangat senang mempelajarinya. Apalagi cara pengajaran gurunya sangat mudah dimengerti. Aku suka ibu Min mengajariku daripada guru biologi yang lain. Ibu Min adalah guru faforitku. Hari ini ibu Min agak lambat masuk jadi teman-teman sekelasku masih banyak yang mengobrol.

Aku hanya melamun. Kemudian aku melihat Tae Raa dan teman-temannya memasuki kelas. Oowwh ! Tae Raa. Dia terus berjalan sampai ke bangkuku dan membuyarkan lamunanku.

“ Hye Mi-aaa ! ngapain kamu disini ?? mengapa kamu tidak menemani Donghae di Lab TIK ??” tanyanya.

“Mwoo ?? menemaninya ?? buat apa ?? inikan masih jam pelajaran. Ada perlu apalagi sih dia ?” tuturku malas. Aku tidak ingin ada yang menganggu jam mata pelajaran kesayanganku. Aku paling benci itu.

“Ayolah Hye Mi-aa. Ada hal penting yang ingin dia bicarakan padamu. Temui dia. Ibu Min masih lama masuknya. Jebal Hye Mi-aa “ katanya sambil menarik-narik tubuhku berdiri.

“Aiissshh jinjjaa !! aku malas. Aku masih ingin menunggu ibu Min masuk. Kalau mau temani saja dia disana. “ aku langsung meletakkan kepalaku diatas meja. Dan memalingkan kepalaku dari Tae Raa.

“ Hye Mi-aa jebal “ ucapannya seperti memelas kepadaku. Tapi aku tetap tak bergeming. ‘enak saja dia. Berani-beraninya mengangguku melamun’. Aku merasa Tae Raa sudah pergi dari sampingku. Ooh syukurlaah. Tak beberapa lama ibu Min masuk kekelas. Rasanya aku jadi bersemangat melihat ibu Min.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

TTEEEEEEEETT !! TTEEEEEEEEEEETT !!

Bel pulang berbunyi. Semua siswa yang bersekolah di SMP International School di Seoul pulang dengan gembira. Mereka melakukan aktifitas lain sesudah itu. Ada yang singgah belajar dirumah teman, janjian di café, atau sekedar nongkrong-nongkrong ditempat makan. Aku, Eun Mi, dan 3 orang sahabatku yang lain berencana pergi ke café. Membicarakan sesuatu atau sekedar menongkrong di café. Kami memilih The MãgiCafé (The Magic café). Mengapa ?? yah, karena di MãgiCafé lah kami menumpahkan kekesalan,kebahagiaan, dan kesedihan. Kami berlima merasa MãgiCafé adalah sebuah tempat yang benar-benar Magic, seperti sulap, seperti sebuah Diary kami berlima. Pengurus Café tersebut tak keberatan jika kami berteriak-teriak seperti apapun. Mengapa ?? karena bisa dibilang, kami punya markas dalam Café. Markas yang kedap suara. So, seperti apa kalian berteriak didalam tak akan menganggu pelanggan yang lainnya. Café itu adalah milik keluarga Kwang Hae. Salah satu sahabatku. Jika dijelaskan mengapa kami bisa mendapatkan ruangan kedap suara tersebut terlalu panjang.

Aku berencana akan meminum coklat panas saat tiba di Café nanti. Karena cuaca yang mendung. Jadi aku bisa memandang awan yang agak gelap sambil minum coklat panas. Mmm, yummyy !! . Aku berkhayal sambil mengikuti keempat temanku menuju Café. Saat di gerbang sekolah aku melihat Tae Raa berlari menuju ke arahku. Mau apalagi sih dia ??. Aku hendak lari dan bersembunyi dari Tae Raa. Tapi apa daya, dia sudah mencegahku.

“ Hye Mi-aa ! chankammaneyo !!” teriaknya.

Aku takut di akan berbicara tentang Donghae lagi. Sebelum dia semakin mendekat ke arahku, aku memanggil keempat sahabatku.

“Mimi, Kwang Hae, Yoora, Rae Min. Kalian duluan saja. Mmm, masih ada sesuatu yang mau aku urus. Sebentar saja kok. yaah ?”

“ok. Tapi jangan kelamaan yaah” ucap Rae Min

“m’mm” aku mengangguk

“ok. Byee ~~~” ucap mereka serempak.

Aku hanya tersenyum pada mereka. Setelah itu aku berbalik dan mengurus Tae Raa.

“ ada apa lagi Tae Raa ?” tanyaku ketus.

“Hye Mi-aa kamu tega ya ! “. Haa ? kenapa dia bilang aku orang yang tega ?

“Mwo ?”

“kamu tega Hye Mi-aa “.

“waeyo ? apa alasanmu memanggilku orang yang tega. Wae ??”

“ Donghae. Donghae dihukum karena tidak masuk beberapa jam mata pelajaran”.

“Geureum,, apa hubungannya denganku ?” jawabku ringan.

“Mwo ? apa hanya begini jawaban mu ? dia dihukum karena bolos menunggumu di ruang Lab TIK. Itu karena kamu tidak mau menemuinya.” Runtutnya.

“Jinjjayo ?? tadi dia sudah bicara denganku.”

“ne. Tapi pembicaraannya belum selesai. Dan ia melihatmu masuk kelas bersama Chullie dan tidak keluar-keluar lagi. Aku memanggilmu keluar supaya kau menemuinya lagi tapi kamu tidak mau. Aku keluar supaya dia kembali ke kelas tapi dia keras kepala dan tetap menunggumu di Lab. Dan beberapa saat kemudian guru piket membawanya ke ruang BK karena bolos.” Ceritanya.

Aku terdiam. Dia menungguku ? wae ? mengapa harus menungguku ??

“ Hye Mi-aa. Itulah alasanku.”
“sekarang dimana dia ? aku ingin menemuinya ? “
“waeyo ? kenapa baru sekarang Hye Mi-aa ?? mengapa tidak daritadi. Wae ?”
“aku,,, aku,,, aku akan meminta maaf padanya. “ tegasku. “jebal, dimana dia sekarang ?”
“dia ada di ruangan Jim SongSengnim”.
“mwoo…? guru bahasa asing yang super cerewet itu..? “
“ne. Temuilah dia.” Tae Raa langsung pergi.

Mwoo ? ruangan Jim Songsengnim ?? eothokee ?? aku tidak terlalu lancar berbahasa asing padanya. Aduuuh, darurat bin gawat lagi nih. Tapi baiklah, aku akan tetap meminta maaf pada Donghae. Aku mulai merasa bersalah sedikit padanya. Siapa suruh juga menungguku, aku tak memintanya. Aku mulai menyusuri koridor yang menuju ruangan Jim Songsengnim. Setelah sampai, aku tetap tak berani masuk. Aku mengintip sedikit-demi sedikit mencari Donghae. Sepertinya mereka tidak ada. Suara omelan Jim Songsengnim juga tak ada. Aku mulai mencari di setiap ruangan sekolah. Dan aku menemukan mereka di gedung olahraga. Aku mengintip dari balik pintu yang terbuka setengah. Aku melihat Donghae di marahi habis-habisan sama Jim Songsengnim. Kemudia ia disuruh membersihkan gedung olahraga sekolah yang begitu luas. Saat itu Jim Songsengnim akan keluar dari ruangan itu. Aku buru-buru sembunyi dibalik pintu yang cukup lebar. Semoga saja dia tidak melihatku. Setelah Jim Songsengnim keluar aku kembali berdiri di depan pintu. Mengintip seseorang yang sedang membersihkan ruangan olahraga yang begitu besar. Mungkin Donghae menyadari bahwa ada makhluk yang mengintipnya di pintu. Donghae segera berbalik menatapku. Omo ! matanya dan mataku bertemu. Kami saling bertatapan.

Deegg.. Deegg..Deegg. Jantungku berdebar. Oh God ! perasaan apa ini ?. Aku segera memalingkan tatapanku kearah lain. Ada sebuah perasaan yang berdesir kalau terus-terusan melihatnya.
“mmm,, mian menganggumu.”
“ohh” dia tersenyum. Perasaanku tambah tak karuan. Perasaan apa inikah ??
“ada perlu apa ? “ tanyanya.
“ooh. Ngg… ani !.” aku segera keluar dari ruangan olahraga. Sepertinya aku belum berani meminta maaf padanya. Entahlah aku tidak tahu sekarang akan berbuat apa. Yang aku inginkan sekarang pulang ke rumah. Aku mengirimkan sms pada ke empat sahabatku dan meminta maaf karena aku tidak akan ke Café sekarang. Aku segera ke halte menunggu bus.

@ Home ::::::::::::::

Sampai dirumah aku mandi, makan, dan mengurung diri dikamar. Hari ini tidak ada pr atau tugas-tugas dari sekolah. Aku duduk di jendela kamarku sambil memandang bintang dilangit. “hari ini bintangnya sedikit.” Di jendela aku memikirkan Donghae. Entah mengapa. Sekarang aku agak merasa bersalah. Karena aku dia dihukum. Tapi kenapa juga aku memikirkannya. Itu semua adalah kesalahannya sendiri. Aku tidak menyuruhnya untuk menungguku. Tapiiii…. Aiisssshh jinjjaaa !! mengapa juga tadi aku tidak meminta maaf di ruang olahraga ??. Baiklah ! besok aku akan benar-benar meminta maaf padanya. Yaa, aku serius meminta maaf padanya besok.

Aku menuju ke tempat tidur. Tetapi mataku belum bisa terpejam. Aku…. aku… aku jujur masih memikirkan senyumannya. Senyumannya yang membuat dadaku berdesir dan berdetak tak karuan. Selalu salah tingkah di depannya membuatku malu. ‘Ohh jebal !! aku ingin tiiduurr….aku tak ingin mukanya terus menggentayangi diriku. Mungkin karena aku belum meminta maaf padanya. Pasti. Baiklah kalau begitu, besok aku akan meminta maaf padanya. Supaya aku bisa tidur dengan tenang setiap hari’. Pikirku.

@school ::::::::::::::::::::
“Hoaaahmm !!” aku sudah sampai disekolah. Masih terlalu pagi. Aku segera menuju ke kelas. Aku meletakkan kepalaku diatas meja. Kemudian memejamkan mataku yang begitu berat. “hooaahmm…” ‘kali ini si Donghae itu memang benar-benar keterlaluan. Aku sampai tidak bisa tidur dibuatnya. Tunggu saja dia nanti !. tapii,, aku harus meminta maaf padanya. Nanti dia menganggu tidurku lagi. Oh Andwae,andwae !!.’
Aku melirik jam tanganku. Aku berdiri dan keluar kelas. aku melihat disepanjang koridor depan kelas. belum ada siapa-siapa. “tumben dia belum datang. Biasanya jam segini sudah datang. Kenapa yaah ??”. Aku berjalan mondar-mandir di koridor. “sudah cukup lama. Kemana dia ? hhh ! “. Aku berjalan mengelilingi seluruh sekolah. Tapi hasilnya nihil, dia tidak ada. Aku melihat jam tanganku. “sudah mau masuk. Apa dia tidak sekolah yaa ??” Aku kembali ke kelas. Dikelas teman-temanku sudah datang semuanya. ‘Aaiissshh, dimana dia ?’.
“Hye Mi-aa ! kita keruang osis. Ada rapat.”
“oh Mimi-aa. Kau sudah datang ? “ aku terkejut ternyata Eun Mi sudah datang.
“ne. Aku mencarimu daritadi. Kemana saja sih ?? kajja”
Chankamman. Kalau Eun Mi sudah datang berarti dia datang paling terakhir karena itu kebiasaannya. Atau bisa dibilang dia datang selalu hampir terlambat. Mungkin si Donghae tidak sekolah. Kenapa yaa ?? apa gara-gara hukuman kemarin ?? atau jangan-jangan dia di skors ?? Oh God !! apa yang sedang aku pikirkan ??? sekarang aku sedang menghawatirkannya ?? jinjjayo ??.
“Hye Mi-aa, apa yang sedang kau pikirkan ?? kajja ! Lee Songsengnim sudah menunggu.”
“N,, ne. “
Aku berjalan bersama Eun Mi menuju ruang osis. Pikiranku berkecamuk hebat gara-gara si Donghae. Aku khawatir padanya dan pada diriku sendiri. ‘Bagaimana kalau dia benar-benar di skors ?? apa yang mesti aku lakukan ?? mungkin dia marah padaku’. Tak terasa aku dan Eun Mi sudah tiba di ruang osis. Semuanya telah berkumpul. Aku menyapu pandangan keseluruh ruangan osis. Aku mencari seseorang. Seseorang yang aku khawatirkan sekarang. Aku tetap tak menemukannya. Aku yakin bahwa dia sudah benar-benar di skors.
Aku duduk disamping Eun Mi dan Tae Raa. Lee Songsengnim mulai membuka rapat. Aku tak bisa fokus pada apa yang akan dibahas pada acara rapat hari ini. Aku begitu gelisah. Benar-benar gelisah dan khawatir.
“ Hye Mi-aa. Kelihatannya kau gelisah ada apa ? “ bisik Tae Raa.
“A..a..anieyo. tidak apa-apa. Oh ya, kayaknya anggota osis hari ini kurang satu. Siapa ?”
Inilah pertanyaan yang ingin sedari tadi aku tanyakan. Aku melihat wajah Tae Raa sedang bingung. “ kau tidak mengetahuinya ? apa kau sudah minta maaf kemarin padanya ?
“ne ?? oh, sudah, sudah.” Elakku. Aku takut Tae Raa akan marah padaku.
“aneh. Kenapa Donghae tidak menceritakannya padamu “
“memangnya ada apa dengan Donghae ?? “ aku semakin penasaran. Apa sebenarnya yang ingin disampaikan Donghae padaku ??
“ diaa, diiaa…..,-“

TO BE CONTINUED………

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 November 2011 in Continue, Romance

 

Tag: , ,

One response to “MY STORY. (Chap. 1)

  1. LiliKyu

    11 November 2011 at 6:55 AM

    ceritanya udah bagus.

    publish cerita selanjutnya yah.:-)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: